Windows 10 telah merusak Outlook! Microsoft mengeluarkan peringatan email ke jutaan pengguna

Pengguna Windows 10 yang baru saja memperbarui PC mereka sekarang menghadapi masalah yang sangat menjengkelkan dengan kotak masuk Outlook mereka. Tampaknya bug di dalam patch keamanan KB5008212 terbaru merusak kemampuan untuk mencari email terbaru yang mungkin telah diterima dari teman, keluarga, atau rekan kerja.

Ini adalah fungsi yang populer karena memungkinkan Anda dengan cepat menemukan email penting yang terkubur di antara rentetan spam dan pesan pemasaran. Microsoft baru saja mengkonfirmasi bahwa mereka mengetahui kesalahan tersebut dan telah menjanjikan penyelidikan dengan pembaruan yang diharapkan akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

Dalam sebuah posting di situs webnya, perusahaan Redmond mengatakan: “Setelah Anda menginstal pembaruan KB5008212, email terbaru mungkin tidak muncul di hasil pencarian.

“Masalah ini sedang diselidiki. Kami akan memperbarui artikel ini ketika lebih banyak informasi tersedia.”

Bagi siapa saja yang putus asa untuk mendapatkan kembali fitur ini, ada solusi melalui opsi untuk menonaktifkan Pencarian Desktop Windows.

Namun, Microsft mengatakan bahwa instruksinya harus diikuti dengan tepat untuk menghindari masalah serius.

BERIKUT INI CARA MENGEMBALIKAN PENCARIAN DI OUTLOOK

  • Di Windows, klik kanan Mulai, lalu pilih Jalankan. Di kotak Buka: ketik regedit, lalu klik OK. Ini akan membuka editor registri.
  • Temukan subkunci ini di registri, lalu klik:
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows
  • Klik Edit > Baru > Kunci dan beri nama kunci baru Pencarian Windows.
  • Pilih tombol Pencarian Windows yang baru.
  • Klik Edit > Baru > Nilai DWORD.
  • Ketik PreventIndexingOutlook untuk nama DWORD, lalu tekan Enter.
  • Klik kanan PreventIndexingOutlook, lalu klik Ubah.
  • Dalam kotak Data nilai, ketik 1 untuk mengaktifkan entri registri, lalu klik OK.

Jika itu semua terlihat terlalu rumit untuk Anda pahami atau Anda khawatir dengan penafian Microsoft bahwa kesalahan dapat membuat PC Anda mengalami banyak masalah, maka diharapkan perusahaan Redmond akan segera merilis tambalan resmi yang akan mengembalikan opsi pencarian.

 

Kami akan memperbarui artikel ini ketika kami mendengar lebih banyak.

Read more

10 Langkah Agar Windows 10 Kalian Tak Lelet

Hingga detik ini, Windows 10 adalah system operasi yang bisa dikatakan paling banyak digunakan, terutama di hampir semua laptop keluaran terbaru. Hal ini tak mengherankan, daripada semua pendahulunya, tentu karena Windows 10 lebih banyak menawarkan fitur dan punya kualitas terbaik.

Tapi demikian, tak sedikit para pengguna menemukan pengoperasian Windows 10 yang sedang ia pakai tiba-tiba saja lelet, dan sudag barang pasti yang demikian ini akan memperlambat produktivitas mereka. Tapi, jangan khawatir, bila hal ini terjadi, coba lakukan 10 langkah di bawah ini.

Mengubah Pengaturan Daya 

Untuk memperlancar system operasi Windows 10, satu hal yang dilakukan ialah memmfungsikan mode penghemat daya. Dalam mengubah pengaturan daya, akseslah ‘Control Panel. Kemudian, pilihlah ‘Hardware and Sound’ > ‘Power Options’.

Pada menu tersebut, akan ada sub menu ‘Balance’, ‘High Performance’ dan ‘Power Saver’. Selanjutnya, bisa dipilih salah satu dari ketiga sub menu tersebut.

Matikan PC

Jika langkah pertama dirasa belum menuai hasil, maka langkah selanjutnya matikan PC. Namun, sebelum mematikannya, pastikan terlebih dahulu semua fitur yang dipakai sudah ditutup. Kemudian, baru matikan PC. Sebaiknya, PC dimatikan tiap selesai pemakaian.

Matikan Program Startup

Bisa jadi, factor Windows 10 berjalan lambat adalah tak sedikit layanan dan program yang berjalan pada Startup. Untuk menonaktifkannya, masuk ke ‘Task Manager’. Di menu ini, layanan dan program yang aktif di Startup bisa dipilih, mana yang penting dan mana yang tidak.

Buat Pembaruan    

Untuk memperbaiki bug, Microsoft kerap memperbarui atau mengupdate system Windowsnya, begitu pula di versi yang 10. Nah, satu di antara langkah supaya Windows 10 berjalan lancer ialah dengan mengupdatenya.

Buang Software yang Jarang Dipakai

Perangkat lunak sangat menghabiskan ruang di hard drive, dan inilah salah satu kendala mengapa kinerja PC bisa berkurang. Karena itu, hapuslah perangkat lunak yang jarang dipakai, terlebih jika memang tidak pernah digunakan.

Tambah Kapasitas RAM

Sering kali lambatnya Windows 10 memang karena kapasitas RAM yang tidak memadai. Windows 10 sendiri sangat membutuhkan kapasitas besar dan minimal 4GB. Sebab itu, tambah kapasitas RAM supaya Windows 10 tidak lelet.

Jangan Aktifkan Mode Transparansi

Di samping menonaktifkan mode animasi, banyangan, dan efek visual, nonaktifkan pula efek transparansi. Karena Windows 10 menyedot tenaga besar, menonaktifkan semua mode ini termasuk mode transparansi sangat bisa membantu kinerja Windows 10.

Dengan Anda sudah melakukan langka-langkah diatas, maka bisa dipastikan windows 10 Anda tidak akan lelet lagi. Anda dapat banyak menjalankan program dan bermain pada pc Anda seperti slot online, live casino dan banyak lagi lainnya.

Read more

Pengoperasian Bitdefender Free di Windows Resmi Dihentikan Akhir Tahun Ini

Bitdefender Free, yakni perangkat lunak keamanan virus gratis milik Bitdefender, akan resmi dihentikan operasionanya pada 31 Desember 2021 mendatang di Windows di semua versi. Namun demikian, pihak Bitdefender memastikan bahwa pelanggan Bitdefender Free akan masih bisa menggunakan software ini setidaknya hingga 30 Juni 2022.
Software unduhan sudah dihapus dari situs web Bitdefender, dan pengguna justru akan menemukan daftar sejumlah produk komersial di situs web sebagai gantinya. Sementara Software unduhan yang sudah terlanjur dihosting di tempat lain di internet, pihak Bitdefender menegaskan bahwa Bitdefender Free masih tersedia dan bisa didownload, setidaknya untuk saat ini.
“Kami fokus ke pengembangan produk pada perlindungan multi-platform dan hasilnya, kami akan hentikan Bitdefender Antivirus Free Edition untuk Windows mulai bulan Desember,” demikian pernyataan resmi Bitdefender di situsnya.
Meskipun operasionalnya akan berhenti, tapi Bitdefender menjamin bahwa semua yang sudah menggunakan versi gratisnya di Windows akan menerima penawaran diskon secara khusus. Tapi, untuk versi Android tampaknya belum diputuskan berhenti sebagaimana versi Windowsnya.
“Bitdefender sangat menghargai pelanggan dan basis penggunanya; semua pengguna dari Bitdefender Antivirus Gratis kami akan menerima secara pribadi (via email) penawaran diskon untuk Bitdefender Total Security,” tulis Bitdefender lebih lanjut.
Admin Bitdefender, Mike, mengatakan adapun salah satu di antara alasan mengapa operasional Bitdefender Free versi Windows dihentikan ialah karena tidak lagi memenuhi standar tinggi perusahaan.
“Kami terus-menerus meninjau kembali produk kami untuk memastikan teknologi yang kami gabungkan dalam produk ini cukup untuk menjaga keamanan pengguna dalam segala situasi,” ungkap Mike dalam keterangannya.
“Sayangnya, produk Antivirus Gratis kami tidak lagi memenuhi standar kami yang lebih tinggi dari sebelumnya dan akan dihentikan mulai tanggal 31 Desember. Dan kami akan terus menawarkan dukungan teknis untuk pengguna Bitdefender Free Edition hingga 30 Juni 2022,” kata Mike menambahkan.
Mengenai keunggulan Bitdefender Free, perangkat lunak milik perusahaan berbasis di Rumania ini tak cuma dapat diinstall di PC dengan sisem operasi Windows 11, tapi juga punya versi Android dan iOS. Cara kerja Bitdefender Free bukan hanya menyajikan proteksi malware yang canggih, namun disediakan pula proteksi keamanan internet tambahan yang jumlahnya banyak sekali.
Bitdefender Free memperoleh nilai tingkat deteksi yang hampir sempurna dari banyak perusahaan penguji perangkat lunak terkemuka. Dalam pengujian itu, Bitdefender Free dinyatakan mampu mengindentifikasi sekitar 1.000 file malware tanpa memperlambat computer pengguna.
Selain itu, proteksi web Bitdefender Free juga dianggap mampu mendeteksi situs phishing jauh lebih baik dan lebih banyak dibanding proteksi bawaan yang disediakan Firefox, Edge, atau pun Chrome.

Read more

Alasan di Balik Microsoft Hilangkan Control Panel di Windows 10

Ketika Microsoft merilis Windows 10 pada tahun 2015 lalu, bersamaan dengan itu mereka juga meluncurkan sistem operasi melalui aplikasi ‘Pengaturan’ atau ‘Settings’ yang baru pula, yang dirancang lebih modern sebagai pengganti untuk ‘Control Panel’.

Perusahaan berkantor pusat di AS itu kemudian memindahkan beberapa sub menu (applet) dari Control Panel ke program ‘Settings’, namun tetap membiarkan sebagian besar applet masih berada di Control Panel hingga saat ini.

Belum lama ini, pihak Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa ‘Control Panel’ akan dihapus dan program ‘Settings’ akan menjadi kontrol pengubung utama untuk semua menu dan komponen pada Windows 10.

Beberapa opsi untuk mengakses ‘Control Panel’ juga telah dihapus di ‘Pembaruan Pembuat Konten’ atau ‘Creators Update’. Karena itu, pengguna tidak akan dapat mengakses menu ‘System’, dan bila ikon ‘System’ dipencet yang terbuka justru menu ‘Settings’ dalam update terbarunya.

Adapun Microsoft saat ini telah merilis Windows 11. Keluaran produk baru Microsoft ini sempat mengagetkan banyak pengguna, lantaran sebelumnya pihak Microsoft sendiri menyatakan bahwa Windows 10 akan menjadi versi terakhir dari Windows.

Secara spesifik, ‘Control Panel’ masih tersedia di Windows 11, karena sejauh ini hanya beberapa applet yang telah dimigrasikan ke menu ‘Settings’. Tapi demikian, dua sub menu di ‘Control Panel’ saat ini telah dinonaktifkan, dan lagi-lagi jika pengguna mengklik dua ikon sub menu tersebut maka akan diarahkan langsung ke menu ‘Settings’ atau ke ruang kosong.

Sedangkan dua applet atau sub menu yang dimaksud adalah ‘Installed Apps’ dan ‘Update History’. Sebagai pengingat kembali, keduanya tidak akan terbuka lagi saat dibuka di ‘Control Panel’. Sementara itu, tautan ke sub menu ‘Programs & Features’ di ‘Control Panel’ saat ini akan diarahkan ke ‘Settings’ > ‘Apps’ > ‘Installed Apps’. Adapun sub menu ‘Installed Apps’ dan ‘Update History’ pada ‘Settings’ bukanlah hal baru, sebab dua applet ini telah ada di versi Windows 10 dan 11.

Di samping itu, akses menuju menu ‘Control Panel’ juga telah diblokir Microsoft di Windows Explorer dari menu ‘Properties’. Pemblokiran juga dilakukan dari semua aplikasi pihak ketiga yang menyajikan shortcut ke ‘Control Panel’.

Sebagaimana dilansir dari situs resmi Microsoft, alasan utama di balik penghapusan ‘Control Panel’ di Windows 10 ialah supaya pengguna lebih kerap menggunakan ‘Settings’ dibanding ‘Control Panel’ dalam mengatur semua komponen computer.

Read more

Microsoft Putuskan Tak Akan Lagi Gunakan CMD di Windows 11

Windows Terminal sejatinya sudah resmi diperkenalkan sejak tahun 2019. Setelah satu tahun dalam fase pratinjau, Windows Terminal akhirnya resmi dirilis ke publik sebagai alat atau aplikasi penerjemah baris perintah pada tahun 2020 lalu, dan pihak Microsoft belum lama ini telah mengumumkan bahwa Command Prompt alias CMD di Windows 11 akan digantikan dengan Windows Terminal.

Sebelum perubahan sistem ini dilakukan, diketahui perusahaan yang berbasis di Redmond itu telah membuat sejumlah perubahan besar pada sistem operasinya dan mengganti komponen lama dengan yang modern.

Perubahan yang paling menonjol tentu saja adalah ‘Control Panel’, yang perlahan tapi pasti telah digantikan dengan aplikasi atau menu ‘Settings’. Perubahan system ini ialah upaya strategis yang dilakukan Microsoft dan merupakan langkah yang bisa dipahami, mengingat banyak pesaingnya seperti Notepad yang baru-baru ini juga memutuskan untuk melakukan perombakan pada system operasinya.

Langkah untuk menjadikan Windows Terminal sebagai alat atau aplikasi penerjemah baris perintah default ini akan dimulai dengan pengujian menggunakan Windows Insider Program. Windows Insider Program sendiri ialah program pengujian perangkat lunak terbuka. Program ini masih dimiliki Microsoft yang diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki lisensi Windows 11, Windows 10, atau Windows Server.

Adapun pengujian terlebih dahulu oleh Microsoft ini patut dimaklumi, sebab feedback atau umpan balik oleh pengguna dari hasil pengujian ini nantinya menjadi hal yang sangat penting sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

Pengumuman yang dibuat oleh perusahaan yang sudah berdiri sejak 1975 itu pertama kali ditemukan dan dipublikasi oleh The Verge, yakni sebuah media berita di Amerika yang dikelola oleh Vox Media di Manhattan, New York. Dalam publikasinya itu, The Verge menyatakan bahwa Microsoft akan memberlakukan perubahan CMD ke Windows Terminal untuk semua pengguna Windows 11 pada tahun 2022.

Berdasar keterangan resmi Microsoft, Windows Terminal diklaim punya banyak kelebihan daripada CMD. Antara lain, Windows Terminal akan sangat berguna tidak hanya terbatas bagi developer, tapi terutama juga untuk para programmer. Di samping itu, semua sistem perintah yang ada pada Command Prompt juga akan dimasukkan ke Windows Terminal.

Jadi, jika Anda terbiasa dengan perangkat CMD, Anda akan merasa nyaman dengan penggantiannya yakni Windows Terminal. Selain itu, alat ini juga mendukung penggunaan PowerShell, Azure Cloud Shell, dan Windows Subsystem for Linux (WSL), yang berarti Windows Terminal cukup serbaguna bagi Anda.

Read more

Cara Mengatasi “Your Windows License Will Expire Soon”

Lisensi di Windows 10 memiliki batas waktu. Batas waktu ini juga dikenal sebagai masa tenggang lisensi. Masa tenggang akan selalu muncul ketika license Windows Anda habis. Biasanya jika sudah hampir selesai akan menampilkan notifikasi yang berbunyi “Your Windows License Will Expire Soon”.

Notifikasi tersebut akan mengganggu Anda, karena lisensi windows akan segera kedaluwarsa, akan selalu muncul saat laptop/PC Anda menyala pertama kali.

Apa yang terjadi Jika Windows license habis?

Itu benar-benar mengganggu pemberitahuan Lisensi Kedaluwarsa. Jadi apa yang sebenarnya terjadi ketika Windows expired? Tentu saja Windows tidak akan mengalami kerusakan.

Jadi lisensi Windows 10 akan segera kedaluwarsa pemberitahuan hanyalah tanda bahwa Anda harus menginstal lisensi Windows untuk mendapatkan fitur tertentu. Karena ketika Windows 10 Anda sudah kadaluarsa, maka fitur-fitur tertentu tidak bisa digunakan. Maksudnya adalah fitur Personalization. Kesimpulannya adalah windows yang sudah expired tidak akan bisa menggunakan fitur dan menu tersebut.

Dampak Jika Windows Dibiarkan Expired Aktif

Meski masih bisa digunakan, namun ketika lisensi Windows sudah habis akan berdampak pada saat Anda menggunakannya. Beberapa dari mereka adalah:

Ganti Wallpaper

Jika biasanya Anda dapat mengubah Wallpaper sesuka hati, ketika lisensi Windows berakhir, wallpaper akan menjadi hitam dan tidak dapat diubah.

Notifikasi Muncul Setiap Booting

Setiap kali Anda menghidupkan perangkat, terutama saat boot, akan muncul pemberitahuan tentang lisensi yang kedaluwarsa.

Lockscreen Tidak Dapat Diubah

Anda juga tidak bisa mengubah lockscreen seperti biasa, karena keterbatasan fungsi di Windows yang digunakan.

Muncul Logo dan Tulisan Not Genuine

Ini adalah pengingat bagi pengguna Windows untuk segera memperbarui lisensi mereka, yang akan menampilkan logo tanda air Windows di bagian bawah halaman. Kemudian dikatakan Windows tidak asli di bagian bawah halaman.

Cara Mengatasi Your Windows yang Sudah Expired

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi Windows yang akan expired, berikut Caranya:

1. Memulai Kembali ke Windows Explorer

2. Beli Lisensi Resmi dan install ulang Windows 10 anda

3. Manfaatkan Activator Windows

Sebagai informasi tambahan, jika Anda melakukan cara-cara di atas, watermark aktivasi Windows di pojok kanan bawah juga akan hilang.

Read more